SUKSESKAN MASA DEPAN..!!!!

SUKSESKAN MASA DEPAN..!!! DENGAN MENCINTAI ALAM....

Aku menyuarakan mu.....

SELAMAT DATANG GUNUNG, AKU KEMBALI. MEMENUHI JANJI YANG TERUCAP DI HATI

HARI LISTRIK NASIONAL

HARI LISTRIK NASIONAL

Visitor

Flag Counter

Selasa, 09 April 2013

PROPOSAL SKRIPSI PTK


A. Judul

Upaya Meningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Jigsaw pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas X SMA N 5 Cirebon 

B. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan, motivasi untuk belajar merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapatkan proses belajar yang baik. Motivasi merupakan langkah awal terjadinya pembelajaran yang baik. Pembelajaran dikatakan baik jika tujuan awal, umum dan khusus tercapai. 

Dari kurangnya motivasi belajar siswa tersebut bis diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya cara guru dalam menyampaikan pelajaran hanya dengan satu metode, misalnya hanya metode ceramah saja, tentu hal ini akan mengakibatkan siswa menjadi cepat bosan, yang dimaksud dengan ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya, pengajar dapat menggunakan alat bantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode utama, berhubungan antara pengajar dengan pembelajar ialah berbicara. Peranan dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh pengajar. Dengan adanya masalah seperti yang diatas maka penulis ingin mengembangkan metode yang digunakan di dalam pengajaran, yaitu dengan menggunakan metode Jigsaw, metode Jigsaw sendiri adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. 

C. Rumusan Masalah 

1. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan ketekunan siswa? 

2. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan keuletan siswa? 

3. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap masalah orang lain? 

4. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kemandirian siswa? 

5. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw dapat menurunkan rasa cepat bosan siswa pada tugas-tugas rutin. 

6. Apakah dengan menggunakan metode Jigsaw siswa dapat mempertahankan pendapatnya? 



D. Tujuan 

1. dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan ketekunan siswa. 

2. dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan keuletan siswa. 

3. dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap masalah orang lain. 

4. dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kemandirian siswa. 

5. dengan menggunakan metode Jigsaw dapat menurunkan rasa cepat bosan siswa terhadap tugas-tugas rutin. 

6. dengan menggunakan metode Jigsaw siswa dapat meningkatkan kekuatan mempertahankan pendapat. 

E. Manfaat 

1. Meningkatnya keterampilan guru dalam melakukan metode studi teori. 

2. Meningkatnya motivasi siswa dalam hal perhatian, keaktifan, dan hasil belajar. 

3. Meningkatnya motivasi guru lain untuk melakukan inovasi pembelajaran. 

4. Memberikan kontribusi terhadap pencapaian standar kelulusan dalam Ujian Nasional sehingga mendapatkan predikat yang bagus. 

F. Kerangka Teoritis dan Hipotesis Tindakan 

- Kerangka Teoritis 

a. Metode ceramah 

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. 

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : 

a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985) 

d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak 

didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000) 



Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) 

b. Metode jigsaw 

Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. 

Setiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya. 

Semua siswa dalam “kelompok awal” telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman. 

Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” – dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru. 

Setelah menguasai materi baru ini, semua siswa pulang ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam “jigsaw puzzle” (teka-teki potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi dari setiap bagian pengetahuan – adalah penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil akhir 

Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi. 

Fasilitator dapat mengatur strategi jigsaw dengan dua cara: 

Pengelompokkan Homogen 

Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. Misalnya, para pe­serta akan diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Oleh karena itu, semua peserta yang membaca Bab 1, Bab 2, dst, akan ditempatkan di kelompok yang sama. 

Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja. 

Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang ber­beda tantang bacaan yang sama, yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap salah satu bab. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya sekedar narasi sederhana. 

Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan. 

Pengelompokkan Hiterogen 

Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk ber­sama. Misalnya, setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca Bab 1, satu yang telah membaca Bab 2, dsb. 

Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasarkan “siapa cepat ia dapat”. 

Kelebihan: Memungkinkan “peer instruction” dan pengumpulan pengetahuan, memberikan pe­serta informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca. 

Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya, informasi tersebut tidak dapat dibagi/ didiskusikan. Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi infor­masi. 



- Hipotesis Tindakan 

Penggunaan metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Geografi siswa kelas X SMA N 5 Cirebon. 

G. Rencana Penelitian 

1. Setting 

Penelitian akan dilaksanakan di kelas X SMA N 5 Cirebon dengan jumlah siswa 40 yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. 

2. Aspek Kajian 

a. Siswa : motivasi belajar meliputi : ketekunan, keuletan, kepedulian terhadap masalah orang lain, kemandirian, rasa cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin, kekuatan mempertahankan pendapat. 



b. Guru : penggunaan metode belajar Jigsaw. 

3. Rencana Tindakan 

Penelitian ini akan dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari dua tindakan. 



Siklus I 

Tindakan 1 

- Perencanaan (perangkat pembelajaran) : RPP, media, materi, instrumen, sumber belajar, LKS, lembar observasi siswa-guru, analisis data. 

- Pelaksanaan: 

Pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2013 di SMA N 5 Cirebon. 

- Evaluasi dan refleksi 

Pada siswa, mengevaluasi: motivasi belajar, meliputi : ketekunan, keuletan, kepedulian terhadap masalah orang lain, kemandirian, rasa cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin, kekuatan mempertahankan pendapat. 



Pada guru, mengevaluasi: terdiri dari ketercapaian guru dalam melakukan langkah-langkah pada tahap pelaksanaan. 





Tindakan 2 

Apabila pada tindakan 1 tidak tercapai keberhasilan pada motivasi siswa dan guru tidak melaksanakan tindakan sesuai dengan yang seharusnya maka perlu diadakan tindakan 2, adapun sistematika tindakan 2 sama seperti tindakan 1, hanya perlu diulang untuk mendapatkan ketercapaian peningkatan motivasi siswa. 

4. Pengumpulan Data 

- Data Kualitatif 

Penggunaan metode belajar Jigsaw dilakukan dengan menggunakan 15 langkah dimana pada tindakan petrama ditargetkan 8 langkah, dan pada tindakan kedua dilakukan 7 langkah yang lainnya. 

- Data Kuantitatif 

Motivasi siswa dapat diukur pada poin-poin berikut: ketekunan, keuletan, kepedulian terhadap masalah orang lain, kemandirian, rasa cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin, kekuatan mempertahankan pendapat. Adapun untuk mendapatkan data dari indikator diatas antara lain adalah: 

a. Ketekunan : dapat dilihat dari ketekunan siswa dalam mengerjakan tugas. 

b. Keuletan: dapat dilihat dari sikap siswa yang tidak lekas putus asa. 

c. Kepedulian terhadap masalah orang lain: dapat dilihat ketika siswa merasa perlu membantu jika ada temannya yang mengalami kesulitan terutama dalam masalah pelajaran. 

d. Kemandirian: dapat dilihat dari sikap siswa yang lebih senang bekerja secara mandiri dan tidak mengandalkan orang lain. 

e. Rasa cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin: dapat dilihat dari siswa merasa antusias terhadap suatu tugas dan merasa bahwa tugas tersebut adalah suatu kebutuhan. 

f. Kekuatan mempertahankan pendapat: dapat dilihat dari seorang siswa yang dengan berani mempertahankan pendapatnya yang dia anggap benar. 

5. Indikator Keberhasilan 

1. Guru telah melaksanakan semua langkah. 

2. Siswa mengalami peningkatan motivasi sebanyak 5% dari masing-masing tindakan. 



H. Daftar Pustaka 



Sadirman (2001:81) 









http://www.scribd.com/doc/27644307/Metode-Ceramah